Tangguh dan Teruji, Pengen Punya Si Tipis ASUS ZenBook UX331UAL
DAHEND - MENULIS tidak melulu dilakukan di kala santai, tengah melakukan berbagai kesibukan pun
seperti saat travelling kenapa tidak?. Bagi sebagian orang ini mungkin cukup sulit,
tapi tidak dengan saya. Aktivitas dan kebiasaan menuangkan ide dan pengalaman ke dalam bentuk tulisan membuat saya terbiasa melakukannya dalam kondisi apapun.
Meski
terbiasa, bukan berarti saya tak menemui hambatan. Setidaknya ada beberapa
kendala yang selalu saya rasakan, salah satunya yakni kendala saat menggunakan
perangkat untuk menulis di saat travelling.
Banyak jenis
perangkat yang dapat digunakan untuk menuangkan ide dan pengalaman travelling
dalam bentuk tulisan kemudian diposting di blog. Di antaranya yakni gadget,
buku catatan, ataupun perangkat komputer.
Gadget
memang salah satu gawai yang paling simple, tetapi menjadi sangat terbatas bila
menyoal pada ukuran. Layar yang tak terlalu lebar, terkadang membuat jenuh dan
tak memberi keleluasaan pada saat mengetik di papan ketik. Sementara, jika yang
digunakan adalah buku catatan, memaksa kita untuk bekerja dua kali, tulis
menggunakan pena, kemudian ketik lagi.
Menurut
saya, satu-satunya perangkat yang memberi kemudahaan dalam menjalan hobi
travelling, lalu menuangkannya (pengalaman travelling) dalam bentuk tulisan dan
diposting ke blog yakni perangkat komputer, dalam hal ini adalah laptop.
Ukurannya memang tak sebesar Personal Computer (PC), namun sangat mendukung dan
memberi keleluasaan serta kebebasan dalam menulis di kondisi apapun. Tulisan
lebih terlihat jelas, papan ketiknya pun tak sulit dijangkau jemari.
Dari
beberapa pilihan, ternyata tak semua merek dan seri laptop mampu memberi
kemudahan. Seperti pengalaman saya menggunakan salah satu merek laptop
saat ini.
Selama
menggunakan laptop yang sekarang saya punya, masalah yang saya temui selalu
itu-itu saja. Yakni masalah bobot yang mencapai 2 kilogram, dan performa yang
tak menggembirakan.
Sedikit
cerita dan kebiasaan saya dalam menuangkan ide dan pengalaman travelling dalam
bentuk tulisan. Perangkat laptop menjadi salah satu benda wajib untuk saya
bawa, karena ide bisa mencul kapan pun dan dimanapun.
Bobot laptop
yang terlalu berat tentu menjadi beban tersendiri bagi saya. Apalagi saat
bepergian dan membawa ransel yang tidak hanya diisi oleh perangkat ini saja,
tetapi juga menyatu dengan beberapa benda lain seperti buku-buku, charger
smartphone, aksesoris, alat tulis, kabel data, pakaian, dan beberapa benda lain
yang tak bisa ditinggal. Pantas setiap kali selesai travelling, saya selalu
merasakan sakit di pinggang. Hiks..hiks..hiks. Belum lagi resiko lain yang
mungkin terjadi, bisa saja pas diambil dari ransel laptopnya rusak karena baru
keluar dari dalam tumpukan yang sedemikian banyak.
"Masalah
ya kan? Hmmm"
Itu baru
satu kendala pada masalah bobot. Kendala berikutnya yaitu kesulitan saat
pemakaian. Yaaa, karena alasan ide dapat datang kapanpun dan dimanapun saat
travelling, tentu laptop yang digunakan juga harus siap untuk itu. Siap
digunakan saat duduk santai, siap digunakan saat berdiri, siap digunakan pada
saat kondisi kurang memungkinkan dan siap-siap lainnya. "Hihihi".
Bobotnya
saja lebih kurang 2 kilogram, kalau digunakan saat duduk santai itu mungkin
masih mendingan. Coba bayangkan tatakala saya gunakan saat berdiri, digenggam
10 menit saja capek tangan bukan kepalang. Kalau kondisi sudah seperti itu tak
jarang saya merasa kuatir. Bisa-bisa tanpa sadar laptopnya jatuh.
Berkemungkinan ada bagian yang pecah berkeping-keping, tak mau hidup dan
resiko-resiko lainnya. Ujung-ujungnya uang keluar juga untuk biaya perbaikan,
atau harus keluar modal segar untuk beli unit baru.
"Kasiannya..!!"
Mengulik
pada masalah performa. Jika perangkat laptop punya spesifikasi tinggi, pastinya
bikin aktivitas tulis menulis dan ngeblog lancar jaya. Tak perlu kuatir terjadi
error hingga mati mendadak, loading, atau pun cepat panas.
Laptop yang
kini saya gunakan, bila dilihat dari sisi prosesornya terbilang lumayan. Yakni
Intel Apollo Lake N3350 chipset 14nm, RAM lumayan sebesar 3GB jenis LDDR3, eMMC
berkapasitas 32GB dan hard disk berkapasitas 500GB.
Bingung
memang, apa yang salah dengan laptop ini, sering panas, kadang tiba-tiba
error dan lain sebagainya. Mau tanya-tanya ke ahli IT (Information and
Technology) juga malu.
Nanti dibilang, "masa untuk memilih sebuah laptop aja gak
pandai".
"Mungin
begitu cuitan sang ahli IT bila seaandainya saya tanya".
Cerita punya
cerita. Saya kini bekerja di Pekanbaru, pada pertangan 2017 yang lalu saya balik
kampung halaman dalam rangka Hari Raya Idul Fitri. Di tempat saya dilahirkan
ini, di Kenagarian Aie Dingin, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, setiap
lebaran selalu banyak gelaran atau acara hiburan masyarakat, sehingga menjadi
pengalaman tersendiri bagi siapun yang pulang kampung kala itu.
"Ini
menurut saya bisa dibilang pengalaman travelling".
Setiba
kembali di Pekanbaru, dua minggu setelahnya saya ingin menuangkan pengalaman
saya tentang segala kegiatan yang saya lihat selama lebaran kemudian
mempostingya di blog.
Ketikan saat
itu sudah mencapai tiga halaman Microsoft Office Word. Ketika masih di halaman
tiga, hawa panas dari laptop saya ini sudah mulai terasa. Masuk ke halaman
empat, makin panas. Saya yang lupa Control S (menyimpan) sejak awal mengetik,
dikejutkan dengan kondisi yang tak diduga. Tiba-tiba si laptop error hingganya
mati.
"Sakit
hati, ingin rasanya berteriak SIAL saat itu".
Saya panik,
dan lelah karena sudah menghabiskan banyak waktu mengetik selama tiga jam.
Ujung-ujungnya malah tidak membuahkan hasil. Saya kecewa, saya kesal.
Tatkala saya
coba menghidupkan kembali dan cari berkas yang diketik tadi, sungguh tak lagi
dijumpai. Semua sudah saya acak-acak, klik sana klik sini. Mungkin ini sudah
nasib, karena apa yang bakal terjadi itu kita tidak ada yang tahu.
Semua ini adalah pengalaman. Saya rasa sudah saatnya saya beli perangkat baru dengan
performa yang menyenangkan serta bikin puas, seperti ASUS seri ZenBook UX331UAL
berukuran 13 inchi.
Selain bosan
menjadi pengguna laptop yang tidak memberi keleluasaan, keinginan saya memiliki
laptop ini semakin kuat pada saat melihat artis dan komika Raditya Dika menguji
secara ektstrim ketangguhan ASUS ZenBook UX331UAL yang tayang di akun
Youtubenya.
Saya yakin
ZenBook 13 UX331UAL punya ketahanan dan performa yang sangat baik. Meski
ketebalannya cuma 13,9 milimeter sama seperti ZenBook UX331UN, namun memiliki daya
tahan yang sangat mengagumkan walau dipakai di segala kondisi.
Sebelumnya
saya sudah menceritakan tentang kesulitan dan kecemasan saya memakai laptop
seberat 2 kilogram itu. Tentu dengan menggunakan ZenBook 13 UX331UAL yang
bobotnya di bawah 1 kilogram, atau lebih tepatnya 985 gram, saya yakin tak akan
adalagi saya rasakan sakit di pinggang usai tavelling.
Coba scroll
lagi ke atas!, baca kembali tentang cerita kecemasan saya memakai laptop yang
sekarang saya gunakan, ada banyak kemungkinan resiko yang bakal saya temui bila
masih lama memakainya. Tapi jika suatu saat nanti saya mempunyai unit ASUS
ZenBook 13 UX331UAL, pastinya hati saya bakal lebih damai, tentram dan tak
menjumpai lagi ragam masalah karena konstruksinya berbasis magnesium alloy, membuatnya
sangat tangguh dan tahan banting.
Siapa coba
yang tak mau, senang dan gembira jika produk yang sudah memiliki standar
military-grade MIL-STD 810G dan lolos uji daya tahan seperti ASUS ZenBook 13
UX331UAL ada di tangannya. Saya rasa ahli IT tingkat Dewa pun pasti mau.
Menariknya
lagi, menurut saya ASUS ZenBook 13 UX331UAL tampil beda dari kebanyakan
perangkat laptop yang ada di dunia. Bingkai layar NanoEdge membuatnya tampil
semakin ramping, tipis, dan kuat tanpa mengurangi unsur kemewahan.
Melihat pada
prosesor yang digunakan yakni Intel® Core™ i5 Generasi ke-8 yang terbilang
super cepat, kemudian RAM 8GB, dan SSD 256GB PCIe®, bakal memungkinkan saya
untuk berlama-lama di depan layar. Saya tak perlu takut terjadi error, loading
lambat dan lain sebagainya.
Apapun
aktivitas yang dilakukan bersama ASUS ZenBook 13 UX331UAL, sepertinya juga
bakal samakin menyenangkan karena system audio yang digunakan adalah
Harman Kardon yang terkenal sebagai vendor produk soundsystem terpercaya di
dunia. Artinya kita bisa mendegarkan musik atau audio berkelas sambil
mengerjakan tugas-tugas.
Satu hal
yang saya lupa sampaikan ketika selama menjadi pengguna laptop dari merek lain.
Yakni baterainya cuma tahan hidup selama 5 jam, kadang kurang. Jika saya
gunakan di luar rumah tanpa ada aliran listrik, sering menjadi hambatan ketika
digunakan dalam waktu lama. Nah, jika laptop saya ZenBook 13 UX331UAL, saya percaya
seharian tak perlu memasang charger ke colokan listrik. Cukup isi penuh sebelum
bepergian, maka sudah aman sampai pulang karena baterai lithium-polymer 50Wh
yang dirancang untuk ZenBook UX331UAL, membuatnya tahan daya hingga 15
jam.
Merasa bakal
punya keamanan yang sangat tinggi jika
saya menggunakan ZenBook 13 UX331UAL. Data program, foto-foto, dokumen, serta
semua yang ada di dalam laptop, dapat diproteksi dengan adanya sensor sidik
jari pada touchpad dan Windows Hellonya. Itu artinya, ketika ada orang yang
minjam atau berani jahil, otomatis data saya tidak bakal bisa diakses. Bahkan
jika saya membutuhkan kembali segala data dan dokumen itu, tak perlu lagi ada
kekhawatiran akan hilang, terhapus dan sebagainya.
Mengetik
adalah salah salah satu kunci utama agar seorang blogger bisa mengisi banyak
konten ke dalam blognya. Keberadaan keyboard backlit berukuran penuh dengan
desain yang kokoh, bakal membuat pengguna laptop ASUS ZenBook 13 UX331UAL
merasakan pengalaman mengetik yang luar biasa dalam segala kondisi pencahayaan.
Inilah salah
satu karya yang patut disegani banyak brand di dunia. dengan jarak penekanan
tombol 1,4 mm pada keyboard backlit ASUS ZenBook 13 UX331UAL, semakin
mengoptimalkan dan memaksimalkan kita dalam mengetik konten-konten.
Keyboard
backlit semakin mengesankan dengan adanya teknologi palm-rejection di dalamnya.
Bakal sangat mendukung gerakan multi-jari, membuat kemampuan mengetik pun makin
bertambah.
Sekian sharing
pengalaman dan alasan saya kenapa ingin menjadi salah satu pengguna ASUS
ZenBook 13 UX331UAL.
TERIMAKASIH
SUDAH MEMBACA





0 komentar: