DAHEND - MENULIS tidak melulu dilakukan di kala santai, tengah melakukan berbagai kesibukan pun seperti saat travelling kenapa tida...

Tangguh dan Teruji, Pengen Punya Si Tipis ASUS ZenBook UX331UAL

September 19, 2018 Hendri 0 Comments

DAHEND - MENULIS tidak melulu dilakukan di kala santai, tengah melakukan berbagai kesibukan pun seperti saat travelling kenapa tidak?. Bagi sebagian orang ini mungkin cukup sulit, tapi tidak dengan saya. Aktivitas dan kebiasaan menuangkan ide dan pengalaman ke dalam bentuk tulisan membuat saya terbiasa melakukannya dalam kondisi apapun.

Meski terbiasa, bukan berarti saya tak menemui hambatan. Setidaknya ada beberapa kendala yang selalu saya rasakan, salah satunya yakni kendala saat menggunakan perangkat untuk menulis di saat travelling.

Banyak jenis perangkat yang dapat digunakan untuk menuangkan ide dan pengalaman travelling dalam bentuk tulisan kemudian diposting di blog. Di antaranya yakni gadget, buku catatan, ataupun perangkat komputer.

Gadget memang salah satu gawai yang paling simple, tetapi menjadi sangat terbatas bila menyoal pada ukuran. Layar yang tak terlalu lebar, terkadang membuat jenuh dan tak memberi keleluasaan pada saat mengetik di papan ketik. Sementara, jika yang digunakan adalah buku catatan, memaksa kita untuk bekerja dua kali, tulis menggunakan pena, kemudian ketik lagi.
Menurut saya, satu-satunya perangkat yang memberi kemudahaan dalam menjalan hobi travelling, lalu menuangkannya (pengalaman travelling) dalam bentuk tulisan dan diposting ke blog yakni perangkat komputer, dalam hal ini adalah laptop. Ukurannya memang tak sebesar Personal Computer (PC), namun sangat mendukung dan memberi keleluasaan serta kebebasan dalam menulis di kondisi apapun. Tulisan lebih terlihat jelas, papan ketiknya pun tak sulit dijangkau jemari.

Dari beberapa pilihan, ternyata tak semua merek dan seri laptop mampu memberi kemudahan.  Seperti pengalaman saya menggunakan salah satu merek laptop saat ini.

Selama menggunakan laptop yang sekarang saya punya, masalah yang saya temui selalu itu-itu saja. Yakni masalah bobot yang mencapai 2 kilogram, dan performa yang tak menggembirakan.

Sedikit cerita dan kebiasaan saya dalam menuangkan ide dan pengalaman travelling dalam bentuk tulisan. Perangkat laptop menjadi salah satu benda wajib untuk saya bawa, karena ide bisa mencul kapan pun dan dimanapun.

Bobot laptop yang terlalu berat tentu menjadi beban tersendiri bagi saya. Apalagi saat bepergian dan membawa ransel yang tidak hanya diisi oleh perangkat ini saja, tetapi juga menyatu dengan beberapa benda lain seperti buku-buku, charger smartphone, aksesoris, alat tulis, kabel data, pakaian, dan beberapa benda lain yang tak bisa ditinggal. Pantas setiap kali selesai travelling, saya selalu merasakan sakit di pinggang. Hiks..hiks..hiks. Belum lagi resiko lain yang mungkin terjadi, bisa saja pas diambil dari ransel laptopnya rusak karena baru keluar dari dalam tumpukan yang sedemikian banyak. 

"Masalah ya kan? Hmmm"

Itu baru satu kendala pada masalah bobot. Kendala berikutnya yaitu kesulitan saat pemakaian. Yaaa, karena alasan ide dapat datang kapanpun dan dimanapun saat travelling, tentu laptop yang digunakan juga harus siap untuk itu. Siap digunakan saat duduk santai, siap digunakan saat berdiri, siap digunakan pada saat kondisi kurang memungkinkan dan siap-siap lainnya. "Hihihi".

Bobotnya saja lebih kurang 2 kilogram, kalau digunakan saat duduk santai itu mungkin masih mendingan. Coba bayangkan tatakala saya gunakan saat berdiri, digenggam 10 menit saja capek tangan bukan kepalang. Kalau kondisi sudah seperti itu tak jarang saya merasa kuatir. Bisa-bisa tanpa sadar laptopnya jatuh. Berkemungkinan ada bagian yang pecah berkeping-keping, tak mau hidup dan resiko-resiko lainnya. Ujung-ujungnya uang keluar juga untuk biaya perbaikan, atau harus keluar modal segar untuk beli unit baru. 

"Kasiannya..!!"

Mengulik pada masalah performa. Jika perangkat laptop punya spesifikasi tinggi, pastinya bikin aktivitas tulis menulis dan ngeblog lancar jaya. Tak perlu kuatir terjadi error hingga mati mendadak, loading, atau pun cepat panas.

Laptop yang kini saya gunakan, bila dilihat dari sisi prosesornya terbilang lumayan. Yakni Intel Apollo Lake N3350 chipset 14nm, RAM lumayan sebesar 3GB jenis LDDR3, eMMC berkapasitas 32GB dan hard disk berkapasitas 500GB.

Bingung memang, apa yang salah dengan laptop ini, sering panas, kadang tiba-tiba error  dan lain sebagainya. Mau tanya-tanya ke ahli IT (Information and Technology) juga malu. Nanti dibilang, "masa untuk memilih sebuah laptop aja gak pandai". 

"Mungin begitu cuitan sang ahli IT bila seaandainya saya tanya".

Cerita punya cerita. Saya kini bekerja di Pekanbaru, pada pertangan 2017 yang lalu saya balik kampung halaman dalam rangka Hari Raya Idul Fitri. Di tempat saya dilahirkan ini, di Kenagarian Aie Dingin, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, setiap lebaran selalu banyak gelaran atau acara hiburan masyarakat, sehingga menjadi pengalaman tersendiri bagi siapun yang pulang kampung kala itu. 

"Ini menurut saya bisa dibilang pengalaman travelling".

Setiba kembali di Pekanbaru, dua minggu setelahnya saya ingin menuangkan pengalaman saya tentang segala kegiatan yang saya lihat selama lebaran kemudian mempostingya di blog. 

Ketikan saat itu sudah mencapai tiga halaman Microsoft Office Word. Ketika masih di halaman tiga, hawa panas dari laptop saya ini sudah mulai terasa. Masuk ke halaman empat, makin panas. Saya yang lupa Control S (menyimpan) sejak awal mengetik, dikejutkan dengan kondisi yang tak diduga. Tiba-tiba si laptop error hingganya mati. 

"Sakit hati, ingin rasanya berteriak SIAL saat itu".

Saya panik, dan lelah karena sudah menghabiskan banyak waktu mengetik selama tiga jam. Ujung-ujungnya malah tidak membuahkan hasil. Saya kecewa, saya kesal. 

Tatkala saya coba menghidupkan kembali dan cari berkas yang diketik tadi, sungguh tak lagi dijumpai. Semua sudah saya acak-acak, klik sana klik sini. Mungkin ini sudah nasib, karena apa yang bakal terjadi itu kita tidak ada yang tahu. 

Semua ini adalah pengalaman. Saya rasa sudah saatnya saya beli perangkat baru dengan performa yang menyenangkan serta bikin puas, seperti ASUS seri ZenBook UX331UAL berukuran 13 inchi.


Selain bosan menjadi pengguna laptop yang tidak memberi keleluasaan, keinginan saya memiliki laptop ini semakin kuat pada saat melihat artis dan komika Raditya Dika menguji secara ektstrim ketangguhan ASUS ZenBook UX331UAL yang tayang di akun Youtubenya.

Saya yakin ZenBook 13 UX331UAL punya ketahanan dan performa yang sangat baik. Meski ketebalannya cuma 13,9 milimeter sama seperti ZenBook UX331UN, namun memiliki daya tahan yang sangat mengagumkan walau dipakai di segala kondisi.

Sebelumnya saya sudah menceritakan tentang kesulitan dan kecemasan saya memakai laptop seberat 2 kilogram itu. Tentu dengan menggunakan ZenBook 13 UX331UAL yang bobotnya di bawah 1 kilogram, atau lebih tepatnya 985 gram, saya yakin tak akan adalagi saya rasakan sakit di pinggang usai tavelling.

Coba scroll lagi ke atas!, baca kembali tentang cerita kecemasan saya memakai laptop yang sekarang saya gunakan, ada banyak kemungkinan resiko yang bakal saya temui bila masih lama memakainya. Tapi jika suatu saat nanti saya mempunyai unit ASUS ZenBook 13 UX331UAL, pastinya hati saya bakal lebih damai, tentram dan tak menjumpai lagi ragam masalah karena konstruksinya berbasis magnesium alloy, membuatnya sangat tangguh dan tahan banting.

Siapa coba yang tak mau, senang dan gembira jika produk yang sudah memiliki standar military-grade MIL-STD 810G dan lolos uji daya tahan seperti ASUS ZenBook 13 UX331UAL ada di tangannya. Saya rasa ahli IT tingkat Dewa pun pasti mau.

Menariknya lagi, menurut saya ASUS ZenBook 13 UX331UAL tampil beda dari kebanyakan perangkat laptop yang ada di dunia. Bingkai layar NanoEdge membuatnya tampil semakin ramping, tipis, dan kuat tanpa mengurangi unsur kemewahan.


Melihat pada prosesor yang digunakan yakni Intel® Core™ i5 Generasi ke-8 yang terbilang super cepat, kemudian RAM 8GB, dan SSD 256GB PCIe®, bakal memungkinkan saya untuk berlama-lama di depan layar. Saya tak perlu takut terjadi error, loading lambat dan lain sebagainya.

Apapun aktivitas yang dilakukan bersama ASUS ZenBook 13 UX331UAL, sepertinya juga bakal samakin menyenangkan karena  system audio yang digunakan adalah Harman Kardon yang terkenal sebagai vendor produk soundsystem terpercaya di dunia. Artinya kita bisa mendegarkan musik atau audio berkelas sambil mengerjakan tugas-tugas.

Satu hal yang saya lupa sampaikan ketika selama menjadi pengguna laptop dari merek lain. Yakni baterainya cuma tahan hidup selama 5 jam, kadang kurang. Jika saya gunakan di luar rumah tanpa ada aliran listrik, sering menjadi hambatan ketika digunakan dalam waktu lama. Nah, jika laptop saya ZenBook 13 UX331UAL, saya percaya seharian tak perlu memasang charger ke colokan listrik. Cukup isi penuh sebelum bepergian, maka sudah aman sampai pulang karena baterai lithium-polymer 50Wh yang dirancang untuk ZenBook UX331UAL, membuatnya tahan daya hingga 15 jam. 

Merasa bakal punya  keamanan yang sangat tinggi jika saya menggunakan ZenBook 13 UX331UAL. Data program, foto-foto, dokumen, serta semua yang ada di dalam laptop, dapat diproteksi dengan adanya sensor sidik jari pada touchpad dan Windows Hellonya. Itu artinya, ketika ada orang yang minjam atau berani jahil, otomatis data saya tidak bakal bisa diakses. Bahkan jika saya membutuhkan kembali segala data dan dokumen itu, tak perlu lagi ada kekhawatiran akan hilang, terhapus dan sebagainya.

Mengetik adalah salah salah satu kunci utama agar seorang blogger bisa mengisi banyak konten ke dalam blognya. Keberadaan keyboard backlit berukuran penuh dengan desain yang kokoh, bakal membuat pengguna laptop ASUS ZenBook 13 UX331UAL merasakan pengalaman mengetik yang luar biasa dalam segala kondisi pencahayaan.

Inilah salah satu karya yang patut disegani banyak brand di dunia. dengan jarak penekanan tombol 1,4 mm pada keyboard backlit ASUS ZenBook 13 UX331UAL, semakin mengoptimalkan dan memaksimalkan kita dalam mengetik konten-konten.

Keyboard backlit semakin mengesankan dengan adanya teknologi palm-rejection di dalamnya. Bakal sangat mendukung gerakan multi-jari, membuat kemampuan mengetik pun makin bertambah.

Sekian sharing pengalaman dan alasan saya kenapa ingin menjadi salah satu pengguna ASUS ZenBook 13 UX331UAL.

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA

0 komentar: